Sekitar
tahun 1885 seorang Ulama Desa Renged bernama Ust, H. Asnawi bin H.
Abdul beliau mendirikan sebuah Pesantren Salafy dengan nama Raudatul
Hikmah, dengan mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada santrinya khususnya
ilmu Al-Qur'an yang di dalamnya dipelajari cara-cara membaca, menulis,
mempelajari hukum-hukumnya dan lain sebagainya. Dalam mengemban tugas
yang mulia ini beliau dibantu oleh seorang putranya bernama H. Adnan bin
H.Asnawi. kemudian pada tahun 1930 M. Pondok Pesantren ini dilajutkan
oleh H. Abdul Qodir bin H. Adyan, karena kurangya tenaga pengajar, maka
pondok tersebut mengalami pasang surut, sehingga timbul inisiatif yang
baru dari salah seorang putra H. Abdul Qodir yang bungsu yaitu H.
Ubaidillah Adenan, untuk mendirikan balai Pendidikan yang berjiwa Pondok
dengan sistem pendidikan Pondok Pesantren Modern, beliau adalah salah
seorang Abituren balai Pendidikan Pondok Pesantren Daar El-Qolam
Gintung, kiranya inisiatif baru itu, timbul dari ilmu dan pengalaman
yang dijiwai dengan ruh Islam serta keimanan yang timbul dari jiwanya,
yang pada dasarnya rencana ini merupakan program yang telah di
cita-citakan, ketika beliau masih bergelut mengarungi gelombang ilmu
pengetahan umum dan agama, rintangan dan tantangan beliau hadapi,
akhirya pada tahun 1986 beliau lulus dari Pendidikan, pada akhir bulan
Sya'ban tepatya pada tanggal 27 Sya'ban 1406 H.
Pondok Pesantren
Raudatul Hikmah, yang menggunakan system pendidikan tradisional Islam,
diganti dengan system pendidikan modern, yang diresmikan langsung oleh
Pemimpin Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Drs. KH. Ahmad Rifa'i
Arif, dan berganti nama yang semula bernama Pondok Pesantren Raudatul
Hikmah menjadi PONDOK PESANTREN MODERN DAAR EL-QURRO.

DAAR EL-QURRO